Disubane teke uli melali C Yen dingeh munyinne batan nganggur D Kone ngelah tanah dija-dija G Nanging nyatane sewa-sewaan
Jajang terdiam sejenak. Ia menatap gitarnya, lalu menatap Bang Salman. Mungkin emang benar kata lagu itu. Ia sok sibuk, padahal kenyataannya hidupnya amburadul. Ia sok punya teori, padahal perut sering keroncongan.
It touches on the difficulty of finding office jobs ( ngalamar ka kantoran ) and the lack of capital for starting a business .
Bagi Anda yang ingin melestarikan musik daerah atau sekadar belajar kunci gitar lagu Sunda, "Batan Nganggur" adalah pilihan yang tepat. Selain chordnya mudah dihafal, liriknya yang positif bisa menjadi pengingat untuk selalu produktif dan tidak mudah menyerah. Selamat berlatih, dan "ulah ngan ukur jadi pangangguran"! Lirik Dan Chord Iwan Ernawan Batan Nganggur
C - D - G - Em C - D - G
Verse: C - G - Am - F C - G - F - C
pada 14 Juli 2019 di Soreang, Bandung. Ia dikenang sebagai pelantun "Batan Nganggur". Disubane teke uli melali C Yen dingeh munyinne
Apakah kamu sedang mencari lirik dan chord lagu "Batan Nganggur" karya Iwan Ernawan? Kamu telah datang ke tempat yang tepat!
G - D - C - D (2x)
Meski demikian, nama Iwan Ernawan memang sering muncul sebagai pencipta atau pengaransemen lagu-lagu Sunda populer lainnya. Misalnya, Iwan Ernawan tercatat sebagai pencipta lagu yang dinyanyikan oleh Yayan Jatnika. Namun, untuk lagu "Batan Nganggur" sendiri, tidak ada bukti kuat yang menghubungkannya dengan Iwan Ernawan. Ia sok sibuk, padahal kenyataannya hidupnya amburadul
The lyrics emphasize "Bakat ku butuh" (Talent born out of necessity), suggesting that even if you aren't naturally gifted, you must work with what you have to survive. Critique of Job Markets:
The song's opening lines, "Batan nganggur, batan ngalor, teu bade ka dieu" (Being idle, wandering aimlessly, not knowing where to go), set the tone for the rest of the song. Iwan Ernawan's soulful voice pours out his emotions, conveying the frustration and desperation that many young people experience.
Lagu ini lebih dari sekadar hiburan. Iwan Ernawan menyelipkan kritik sosial yang halus namun tajam. Di era modern ini, banyak orang muda yang lebih memilih "nongkrong" tanpa kegiatan produktif. Pesan "batan nganggur" mengingatkan kita bahwa: